Balai Riam – Belajar Kimia tidak selalu identik dengan persamaan, perhitungan, dan teori di dalam kelas. Murid Kelas XII-1 dan XII-2 SMAN 1 Balai Riam membuktikan bahwa konsep Kimia dapat dipelajari melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada Rabu, 2 September 2026, mereka melaksanakan praktik membuat ice cream sebagai bagian dari pembelajaran materi Sifat Koligatif Larutan, khususnya konsep Penurunan Titik Beku.

Kegiatan praktik tersebut dilaksanakan dalam pembelajaran Kimia yang diampu oleh Ibu Asep Listiyowati, M.Pd. Murid dari kedua kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok sehingga setiap anggota dapat terlibat secara aktif dalam proses percobaan, mulai dari menyiapkan bahan, melakukan praktik, mengamati perubahan yang terjadi, hingga menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep Kimia yang sedang dipelajari.


Dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti susu cair, es batu, garam, dan bahan pendukung lainnya, murid mencoba menghasilkan ice cream sekaligus mengamati penerapan konsep penurunan titik beku secara langsung. Praktik sederhana tersebut membuat konsep yang sebelumnya dipelajari secara teoritis menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.

Dalam proses pembuatan ice cream, campuran es batu dan garam menjadi bagian penting dari percobaan. Penambahan garam menyebabkan titik beku air menjadi lebih rendah sehingga campuran dapat mencapai suhu yang lebih rendah daripada es biasa. Kondisi inilah yang membantu campuran berbahan dasar susu melepaskan kalor dan secara bertahap berubah menjadi lebih padat hingga terbentuk ice cream.


Melalui praktik tersebut, murid dapat melihat bahwa sifat koligatif larutan bukan sekadar konsep yang terdapat di dalam buku pelajaran. Prinsip-prinsip Kimia ternyata dapat ditemukan dan dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Suasana pembelajaran pun berlangsung berbeda. Murid terlihat antusias bekerja bersama kelompoknya, berbagi tugas, mengamati proses perubahan pada campuran, dan berdiskusi mengenai hasil yang diperoleh. Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk mengalami sendiri bagaimana sebuah konsep ilmiah dapat dibuktikan melalui percobaan sederhana.


Ibu Asep Listiyowati, M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan praktik diharapkan membantu murid membangun pemahaman konsep melalui pengalaman langsung, bukan sekadar menghafalkan definisi maupun persamaan.

"Melalui praktik ini, murid dapat melihat secara langsung bagaimana konsep penurunan titik beku diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, mereka tidak hanya mengetahui teorinya, tetapi mampu menjelaskan mengapa suatu proses dapat terjadi berdasarkan konsep Kimia yang telah dipelajari."

Kegiatan berkelompok juga memberikan pengalaman belajar yang lebih luas. Selain memperkuat pemahaman Kimia, murid belajar berkolaborasi, membagi tanggung jawab, melakukan pengamatan, menganalisis hasil percobaan, serta mengomunikasikan temuan bersama anggota kelompoknya.


Kepala SMAN 1 Balai Riam, Bapak Muhammad Masrani, SE, memberikan apresiasi terhadap pembelajaran berbasis praktik yang memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar melalui pengalaman nyata.

"Pembelajaran akan semakin bermakna ketika murid tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mencoba, mengamati, dan menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar murid semakin aktif, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi."

Praktik membuat ice cream menjadi contoh sederhana bahwa laboratorium pembelajaran dapat hadir dari benda dan peristiwa yang ada di sekitar. Susu, es batu, dan garam yang mudah ditemukan ternyata dapat menjadi media untuk memahami salah satu konsep penting dalam Kimia.

Bagi murid Kelas XII-1 dan XII-2, kegiatan ini tentu menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Setelah memahami proses ilmiah di balik pembuatannya, hasil praktik pun dapat menjadi penutup yang menyenangkan dari proses belajar bersama.

Dari es batu dan garam, mereka belajar tentang penurunan titik beku. Dari proses percobaan, mereka belajar berpikir ilmiah. Dan dari kerja kelompok, mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan menjadi lebih menarik ketika dipelajari bersama.

Karena Kimia bukan hanya tentang apa yang tertulis di buku, tetapi juga tentang memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita.

SMAN 1 Balai Riam — Belajar dari Pengalaman, Memahami melalui Percobaan!

(Author: Aris Kurniawan, S.Pd., M.Pd.)