SMAN 1 Balai Riam kembali menghadirkan pembelajaran yang inspiratif melalui Ujian Praktik Bahasa Indonesia Kelas XII dengan fokus pada keterampilan berbicara dalam bentuk pidato. Mengangkat tema “Lingkungan”, kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta didik untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan secara lugas dan penuh percaya diri.

Di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Juhrini Fazrien, S.Pd., seluruh peserta didik kelas XII mengikuti ujian praktik dengan menampilkan pidato yang disusun secara sistematis, komunikatif, dan persuasif. Setiap siswa menyampaikan gagasan, ajakan, serta solusi terkait berbagai permasalahan lingkungan yang ada di sekitar mereka.

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya dinilai dari isi pidato, tetapi juga dari aspek penyampaian seperti intonasi, artikulasi, ekspresi, serta kemampuan membangun hubungan dengan audiens. Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia yang menekankan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, dengan fokus utama pada kemampuan berbicara.

Beragam topik menarik diangkat oleh siswa, mulai dari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, pengurangan sampah plastik, hingga upaya pelestarian alam. Pidato-pidato yang disampaikan tidak hanya menunjukkan kemampuan berbahasa yang baik, tetapi juga mencerminkan kepedulian dan kesadaran siswa terhadap lingkungan.

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat. Para siswa tampil percaya diri di depan kelas, menunjukkan kemampuan komunikasi yang semakin matang. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk melatih keberanian, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menyampaikan ide secara lisan.

Guru mata pelajaran, Juhrini Fazrien, S.Pd., menyampaikan bahwa metode pidato dipilih agar siswa mampu mengasah kemampuan berbicara secara langsung dan aplikatif. Selain itu, tema lingkungan diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian serta tanggung jawab terhadap alam.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Balai Riam terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada keterampilan dan karakter. Ujian praktik ini menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya mampu berbicara dengan baik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang bermakna bagi lingkungan dan masyarakat.

(Aris Kurniawan, M.Pd.)