Upaya membentuk generasi yang tanggap dan peduli terhadap keselamatan terus dilakukan oleh SMAN 1 Balai Riam melalui kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR). Kali ini, PMR menggelar pelatihan materi evakuasi korban kecelakaan yang diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta didik.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan menghadirkan praktik langsung sebagai metode pembelajaran utama. Para anggota PMR dilatih bagaimana melakukan penanganan awal terhadap korban kecelakaan, termasuk teknik mengangkat dan memindahkan korban menggunakan tandu dengan benar dan aman oleh Bu Amienah Kurnia 'Afifah, S.Pd.
Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teori, tetapi juga melakukan simulasi secara langsung. Mereka mempraktikkan langkah-langkah evakuasi korban, mulai dari penilaian kondisi korban, teknik mengangkat yang tepat, hingga koordinasi tim saat membawa tandu. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki keterampilan nyata yang dapat diterapkan dalam situasi darurat.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para siswa terlihat serius namun tetap antusias mengikuti setiap tahapan latihan. Dengan bimbingan pembina, mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta bertindak cepat dan tepat dalam kondisi darurat.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali peserta didik dengan keterampilan dasar pertolongan pertama serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan awal ketika terjadi kecelakaan di lingkungan sekitar.
SMAN 1 Balai Riam terus berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli, tanggap, dan siap membantu sesama.
(Editor: Aris Kurniawan, M.Pd.)