Balai Riam, 22 Juli 2026 — Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Berangkat dari semangat tersebut, SMAN 1 Balai Riam menyelenggarakan Sosialisasi Anti Perundungan dan Kekerasan pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Lapangan Merah SMAN 1 Balai Riam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang saling menghormati, peduli, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan.


Kegiatan dipimpin oleh Kepala SMAN 1 Balai Riam, Bapak Muhammad Masrani, S.E., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Sri Wulandari Astuti, S.Hut., serta Guru Bimbingan dan Konseling, Ibu Amienah Kurnia 'Afifah, S.Pd. Ketiganya menyampaikan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang menjunjung tinggi rasa aman, saling menghargai, dan menghormati perbedaan sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.

Dalam arahannya, Kepala SMAN 1 Balai Riam menegaskan bahwa setiap murid memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut. Sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, persahabatan, serta mengembangkan potensi diri secara optimal.

Materi sosialisasi membahas berbagai bentuk perundungan dan kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun di ruang digital, beserta dampaknya terhadap perkembangan sosial, emosional, dan proses belajar murid. Selain itu, murid juga diajak memahami pentingnya sikap saling menghargai, empati, keberanian untuk melaporkan tindakan yang tidak sesuai, serta membangun budaya saling mendukung di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan tersebut, tim pemateri juga mengajak seluruh murid untuk menjadi bagian dari solusi dalam mencegah perundungan. Setiap murid diharapkan mampu menjadi teladan dalam bertutur kata, bersikap, dan berinteraksi dengan sesama, baik secara langsung maupun melalui media digital, sehingga tercipta iklim sekolah yang positif dan inklusif.

Sebagai wujud nyata komitmen bersama, seluruh murid mengikuti penandatanganan Komitmen Anti Perundungan (STOP Bullying) di akhir kegiatan. Penandatanganan ini menjadi simbol kesiapan seluruh warga sekolah untuk menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan serta bersama-sama menjaga SMAN 1 Balai Riam sebagai lingkungan belajar yang aman, ramah, dan menghargai martabat setiap individu.


Momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan membutuhkan peran aktif seluruh warga sekolah. Komitmen yang telah ditandatangani diharapkan tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Balai Riam kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak yang menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, kepedulian, toleransi, dan tanggung jawab. Lingkungan belajar yang aman akan memberikan ruang bagi setiap murid untuk tumbuh, belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya tanpa rasa takut.

Mari bersama katakan STOP Bullying! Karena sekolah yang hebat bukan hanya melahirkan murid yang berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berempati, saling menghargai, dan berani menciptakan lingkungan yang aman bagi semua.

(Editor: Aris Kurniawan, S.Pd., M.Pd.)