Balai Riam – Apa yang dianggap tidak lagi terpakai ternyata dapat menjadi titik awal sebuah pembelajaran yang menarik. Melalui Program PMR Wira Unit 004 SMANBA, anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMAN 1 Balai Riam melakukan kegiatan pemanfaatan Tablet Tambah Darah (TTD) yang telah kedaluwarsa sebagai bagian dari eksplorasi pemanfaatan limbah obat dalam mendukung pertumbuhan tanaman di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SMAN 1 Balai Riam ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajak murid menghubungkan pengetahuan tentang kesehatan, lingkungan, dan sains dalam sebuah kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Dalam program ini, anggota PMR Wira Unit 004 SMAN 1 Balai Riam mengeksplorasi kandungan zat besi (Fe) elemental dan asam folat yang terdapat dalam TTD. Zat besi diketahui berkaitan dengan proses pembentukan klorofil pada tanaman dan dapat berperan dalam membantu mencegah gejala kekurangan zat besi seperti klorosis, yaitu kondisi ketika daun tanaman mengalami perubahan warna menjadi kekuningan.

Namun, pemanfaatan TTD kedaluwarsa dalam kegiatan ini dilakukan sebagai eksplorasi edukatif, bukan sebagai pengganti pupuk tanaman secara umum. Penggunaan bahan tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dan terkontrol karena komposisi setiap produk dapat berbeda, sementara penggunaan zat besi dalam jumlah yang tidak tepat berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.


Melalui kegiatan ini, murid diajak untuk memahami bahwa sebuah permasalahan di lingkungan dapat menjadi peluang untuk melakukan inovasi. TTD yang sudah tidak digunakan tidak langsung dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai, tetapi menjadi objek pembelajaran untuk mengamati, menguji, dan memahami kemungkinan pemanfaatannya secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga mendorong anggota PMR untuk mengembangkan sikap peduli lingkungan, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab. Mereka belajar bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Lingkungan sekitar sekolah dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang menghadirkan berbagai persoalan nyata untuk dikaji bersama.

Guru Pembimbing PMR Wira Unit 004 SMAN 1 Balai Riam, Ibu Amienah Kurnia 'Afifah, S.Pd., memberikan pendampingan selama pelaksanaan program. Beliau mendorong anggota PMR untuk tidak hanya melaksanakan kegiatan, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik setiap langkah yang dilakukan.

"Saya berharap anak-anak tidak hanya melihat kegiatan ini sebagai pemanfaatan barang yang sudah tidak digunakan, tetapi sebagai proses belajar. Mereka belajar mengamati, bertanya, mencoba, mencatat hasil, dan mengevaluasi. Yang paling penting adalah selalu mengutamakan keselamatan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dalam setiap kegiatan."

Menurutnya, kegiatan berbasis lingkungan seperti ini dapat menjadi sarana bagi murid untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Balai Riam, Bapak Muhammad Masrani, SE, memberikan apresiasi terhadap kreativitas anggota PMR Wira Unit 004 dalam mengembangkan kegiatan yang menghubungkan kepedulian kesehatan, lingkungan, dan pembelajaran.

"Saya mengapresiasi kreativitas dan kepedulian anak-anak PMR terhadap lingkungan sekolah. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Namun, setiap inovasi harus dilakukan dengan pengetahuan yang benar, pendampingan guru, dan memperhatikan keselamatan. Jangan hanya mencoba, tetapi juga amati hasilnya dan pelajari prosesnya."

Beliau juga berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan budaya inovasi di kalangan murid SMAN 1 Balai Riam.

"Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya ide-ide kreatif. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi murid lainnya untuk melihat lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan menemukan solusi yang sederhana tetapi memiliki manfaat."

Program PMR Wira Unit 004 SMANBA ini pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang pemanfaatan TTD kedaluwarsa, tetapi juga tentang bagaimana murid belajar menemukan peluang dari sebuah permasalahan.

Dari lingkungan sekolah, lahir sebuah gagasan. Dari gagasan, lahir proses belajar. Dan dari proses belajar, diharapkan tumbuh generasi muda yang peduli, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

PMR Wira Unit 004 SMANBA — Peduli Kesehatan, Peduli Lingkungan, Berani Berinovasi!

(Author: Aris Kurniawan, S.Pd., M.Pd.)