Sukamara – Lima peserta didik SMAN 1 Balai Riam tampil membawa semangat literasi dan kreativitas dalam Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sukamara Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukamara.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Gedung Sanggar Budaya Kabupaten Sukamara, menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kecintaan terhadap sastra melalui perpaduan antara kekuatan kata, musik, vokal, dan seni pertunjukan.


SMAN 1 Balai Riam mengirimkan lima peserta didik untuk mengikuti kompetisi tersebut, yaitu:

  1. Ollivvia – XI-4
  2. Ismail Romanto – X-3
  3. Jeki – X-4
  4. Yanu Wardin Hulu – X-4
  5. Evan Bima Saputra – X-2

Kelima peserta didik tersebut mendapatkan pendampingan dari Ibu Juhrini Fazrien, S.Pd. dan Ibu Triana Jumantias, S.Pd. sebagai guru pembimbing.


Keikutsertaan SMAN 1 Balai Riam dalam ajang ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi, kreativitas, keberanian tampil, serta kecintaan peserta didik terhadap karya sastra Indonesia.

Melalui musikalisasi puisi, sebuah karya sastra tidak hanya dibaca, tetapi dihidupkan melalui suara, musik, ekspresi, dan interpretasi. Proses tersebut menuntut peserta didik untuk mampu memahami makna puisi sekaligus menerjemahkannya ke dalam sebuah pertunjukan yang komunikatif dan menarik.

Bagi kelima peserta, kesempatan tampil di Gedung Sanggar Budaya Kabupaten Sukamara menjadi pengalaman berharga. Mereka belajar mempersiapkan karya, membangun kekompakan, mengelola rasa percaya diri, serta memberikan penampilan terbaik di hadapan juri dan peserta lainnya.


Kepala SMAN 1 Balai Riam, Bapak Muhammad Masrani, SE, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas partisipasi peserta didik dalam ajang tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi keberanian dan semangat peserta didik SMAN 1 Balai Riam untuk tampil dan berkompetisi dalam bidang literasi dan seni. Prestasi tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba, proses latihan, kerja sama, dan pengalaman yang diperoleh. Teruslah berkarya dan jangan pernah berhenti belajar."

Beliau juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Membaca membuka jendela pengetahuan, sedangkan berkarya membuat pengetahuan itu menjadi sesuatu yang bermakna. Mari kita bersama-sama membangun budaya membaca di sekolah dan di Kabupaten Sukamara. Jadikan literasi sebagai kekuatan untuk membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter."

Sementara itu, guru pembimbing memberikan motivasi agar peserta didik tidak takut mengekspresikan diri melalui karya sastra.

"Musikalisasi puisi mengajarkan kita bahwa sebuah karya dapat dipahami dan disampaikan melalui berbagai cara. Yang terpenting adalah memahami makna karya, membangun kekompakan, dan berani menyampaikan pesan melalui kreativitas. Apa pun hasil perlombaan, pengalaman ini adalah bagian dari proses belajar dan akan menjadi bekal yang berharga bagi kalian."


Keikutsertaan dalam Lomba Musikalisasi Puisi Tahun 2026 juga menjadi bukti bahwa pembelajaran literasi dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kreativitas. Peserta didik tidak hanya belajar membaca dan memahami teks, tetapi juga belajar menginterpretasikan, mengomunikasikan, dan menghidupkan sebuah karya melalui seni pertunjukan.

Keluarga besar SMAN 1 Balai Riam menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik, guru pembimbing, serta semua pihak yang telah mendukung keikutsertaan sekolah dalam kegiatan tersebut.

Semoga langkah kecil para peserta didik SMAN 1 Balai Riam di panggung musikalisasi puisi hari ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak karya, prestasi, dan gerakan literasi di masa mendatang.

Mari bersama-sama membangun budaya membaca untuk Sukamara yang lebih maju.

Literasi Kuat, Generasi Hebat!

(Author: Aris Kurniawan, S.Pd., M.Pd.)