Balai Riam – Kedisiplinan bukan sekadar tentang datang tepat waktu, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap aturan. Semangat inilah yang diterapkan SMAN 1 Balai Riam melalui pembinaan bagi murid yang datang terlambat, salah satunya dengan mengarahkan murid beragama Islam untuk melaksanakan Sholat Dhuha sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.
Setiap pagi, bel masuk SMAN 1 Balai Riam berbunyi pukul 06.45 WIB. Pada waktu yang sama, seluruh murid yang telah hadir mengikuti apel pagi hingga pukul 07.00 WIB, yang salah satu kegiatannya adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Rutinitas tersebut menjadi bagian dari pembiasaan disiplin sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kebangsaan sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
Bagi murid yang tiba setelah bel masuk berbunyi, sekolah tidak langsung memberikan tindakan tanpa mengetahui penyebab keterlambatan. Guru piket terlebih dahulu melakukan pendataan dan mengonfirmasi alasan murid datang terlambat. Langkah ini penting agar pembinaan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan alasan yang disampaikan oleh setiap murid.
Pendataan keterlambatan juga menjadi bagian dari evaluasi kedisiplinan. Dengan pencatatan yang dilakukan secara rutin, sekolah dapat mengetahui frekuensi keterlambatan murid dan memberikan tindak lanjut apabila diperlukan.
Setelah proses pendataan dan konfirmasi selesai, salah satu bentuk pembinaan edukatif bagi murid beragama Islam yang terlambat adalah melaksanakan Sholat Dhuha. Kegiatan tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai konsekuensi atas keterlambatan, tetapi sebagai momentum bagi murid untuk menenangkan diri, melakukan refleksi, dan memulai kembali aktivitas sekolah dengan kegiatan yang positif.

Setelah selesai melaksanakan Sholat Dhuha, murid dipersilakan masuk ke kelas untuk mengikuti proses pembelajaran sebagaimana biasanya. Dengan demikian, pembinaan kedisiplinan tetap dilakukan tanpa menghilangkan kesempatan murid untuk mengikuti kegiatan belajar pada hari tersebut.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun disiplin melalui proses pendidikan. Murid diharapkan memahami bahwa datang tepat waktu merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, guru, teman, dan proses pembelajaran yang telah dijadwalkan.
Kepala SMAN 1 Balai Riam, Bapak Muhammad Masrani, SE, menekankan pentingnya menjadikan setiap bentuk pembinaan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter murid.
“Tujuan utama kita bukan sekadar memberikan konsekuensi kepada murid yang terlambat, tetapi membangun kesadaran tentang pentingnya disiplin dan tanggung jawab. Karena itu, guru piket terlebih dahulu menanyakan dan mengonfirmasi alasan keterlambatan. Kita ingin pembinaan dilakukan secara mendidik dan tetap memperhatikan kondisi setiap murid.”
Menurutnya, kebiasaan datang tepat waktu merupakan salah satu karakter sederhana yang perlu ditanamkan sejak berada di bangku sekolah. Disiplin terhadap waktu akan menjadi bekal penting ketika murid melanjutkan pendidikan maupun memasuki kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap setelah mendapatkan pembinaan, murid tidak sekadar takut untuk terlambat, tetapi memahami mengapa datang tepat waktu itu penting. Kesadaran yang tumbuh dari dalam diri akan jauh lebih bermakna daripada kedisiplinan yang muncul karena takut terhadap konsekuensi.”

Melalui pembiasaan ini, SMAN 1 Balai Riam berupaya menghadirkan lingkungan sekolah yang disiplin sekaligus edukatif. Pendataan, dialog dengan guru piket, kegiatan reflektif, hingga kembali mengikuti pembelajaran menjadi satu rangkaian pembinaan agar setiap keterlambatan dapat menjadi kesempatan untuk belajar memperbaiki diri.
Sekolah menyadari bahwa membangun karakter tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Hal tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: bangun lebih awal, mempersiapkan keperluan sekolah, berangkat tepat waktu, mengikuti apel pagi, dan menghargai setiap menit dalam proses belajar.
Sebab disiplin bukan hanya tentang pukul 06.45 WIB, tetapi tentang belajar menghargai waktu dan bertanggung jawab atas pilihan.
Datang tepat waktu adalah kebiasaan kecil yang hari ini dilatih di sekolah, tetapi manfaatnya akan dibawa jauh hingga masa depan.
(Author: Aris Kurniawan, S.Pd., M.Pd.)